KEUNIKAN DAERAH NGULING, PASURUAN, JAWA TIMUR
Asal Usul Desa Nguling, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur
Nguling adalah sebuah kecamatan paling timur di Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Berfungsi Sebagai gerbang Kabupaten Pasuruan dari arah timur.
Kecamatan ini beriklim panas dibandingkan kecamatan di Kabupaten Pasuruan lainnya, karena terletak didekat Selat Madura dan memiliki pantai di pesisir utaranya.
Daftar desa/kelurahan
- Desa Dadanggendis
- Desa Kapasan
- Desa Kedawang
- Desa Mlaten
- Desa Nguling
- Desa Penunggul
- Desa Randuati
- Desa Sebalong
- Desa Sedarum
- Desa Sanganom
- Desa Sudimulyo
- Desa Sumberanyar
- Desa Watestani
- Desa Watuprapat
- Desa Wotgalih
MAKANAN CIRI KHAS NGULING
Rawon pada umumnya dikenal masyarakat sebagai makanan khas dari khas Jawa Timur. Makanan Betawi di Jakarta juga ada yang mirip sekali dengan rawon meski menggunakan ikan yang dikenal dengan nama kuah pucung. Begitu juga di Pekalongan yang disebut garang asem. Sementara, penampilan serupa juga hadir di Makassar dengan nama Palu Kalua. Ciri khas masakan rawon adalah menggunakan kluwak, begitu bula di daerah lain, meski dengan sebutan yang berbeda. Tetapi rawon memang menjadi kuliner favorit dan terkenal di Jawa Timur. Yang sudah populer adalah Rawon Nguling, ada di desa Nguling Kabupaten Probolinggo, dan sudah membuka cabang di Malang, Jakarta dan daerah lainnya. Di Surabaya terkenal Rawon Setan, sebab warungnya hanya bukan saat malam hari, ada di Jalan Embong Malang Surabaya. Sejarah rawon sendiri belum memiliki asal usul yang jelas. Banyak penjual yang tidak tahu bagaimana awal mula rawon. Namun, beberapa orang mencoba berspekulasi bahwa makanan ini adalah makanan raja-raja dahulu, bisa jadi makanan ini berasal dari rakyat. Karena biasanya makanan rakyat lebih mudah populer karena menjadi bagian dari banyak kalangan. Apapun nama yang ada di masyarakat, rawon tetaplah sejenis sup dengan kuah berwarna hitam, dipadu dengan daging sapi berlemak dan urat kenyal. Ia biasa dipotong kecil-kecil ataupun disuwir-suwir. Satu hal yang tidak akan berubah dari rawon adalah menggunakan daging sapi (khusus untuk rawon) atau bagian buntut sapi dan tidak pernah menggantinya dengan daging ayam atau ragam sari laut lainnya. Kekhasan rawon yang biasa disantap dengan nasi adalah imbuhan sambal rawon. Untuk melengkapinya, bisa ditambahkan tauge pendek, sambal terasi, bawang goreng, dan kerupuk sebagai pelengkapnya. Rasa kuah yang agak manis akan membuat sup hitam ini menjadi lauk yang lezat. Aromanya sangat khas karena dibubuhi bumbu khusus yang dinamakan keluak. Karena bumbu inilah, sup hitam ini menjadi gurih dan sedap. Agar rasa khas rawon tetap terjaga, harus dipilih keluak yang tepat. Sebab, ada juga keluak yang memiliki rasa pahit. Oleh karena itu, perlu ketelitian saat membelinya. Biasanya, keluak dipecah dan dicicipi lebih dahulu.
Komentar
Posting Komentar